“BUKAN NEGERI SAMPAH, BUKAN BANGSA PENGEMIS”
15/10/2009Director : Devi Al Irsyadiah dan Eko Rejoso Prabowo, Yogyakarta
on MetroTV:
Fresh : 14 Oktober 2009 ; 20.05 – 20.30
Looping : 15 Oktober 2009 ; 13.30 – 14.00
Re-Run : 21 Oktober 2009 ; 13.30 – 14.00
Sinopsis:
Perilaku masyarakat yang biasa membuang sampah sembarangan dan membakar sampah membuat Bambang Suwerda dan warga RT 12 Dusun Badegan berinisiatif menciptakan sebuah konsep baru dalam mengelola sampah. Dengan modal sosial dan potensi yang dimiliki, mereka mendirikan Bank Sampah, yaitu suatu tempat bagi warga untuk menyetorkan sampah yang diproduksinya sehari-hari yang nantinya akan ditukar dalam bentuk uang. Bank Sampah memberikan manfaat ekologis, ekonomi, dan sosial bagi warga sekitarnya. Ini merupakan sebuah upaya membangun kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap masa depan lingkungannya.
Profil Finalis
Devi Al Irsyadiah
Lahir di Sukabumi, 8 Juni 1981. Ketertarikannya dalam menggali fenomena sosial telah tumbuh sejak di bangku kuliah Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta. Sejak kuliah telah aktif di berbagai organisasi dan sangat menyukai aktifitas lapangan. Penelitian-penelitian masyarakat desa sekitar hutan sering menjadi sasaran ketertarikannya. Baginya, pelajaran berharga justru diperoleh dari pengalaman langsung di lapangan. Sempat bekerja di sebuah perusahaan konsultan kehutanan, namun setelah diangkat menjadi pegawai tetap justru mengundurkan diri demi menghabiskan rasa penasarannya terhadap ilmu sosial. Studi di Pascasarjana Sosiologi Pembangunan UGM pun kemudian ditempuhnya. Mengangkat fenomena sosial ke dalam bentuk film baginya merupakan mimpi yang menjadi nyata, mengabulkan keinginannya untuk dapat menyampaikan cerminan kehidupan anak bangsa kepada khalayak bagi kemajuan Indonesia.
Eko Rejoso Prabowo
Lahir di Amuntai, 10 Agutstus 1981. Sebagai pemula dalam produksi film documenter, motivasi terbesarnya mengikuti program Documentary Competition 2009 ini adalah untuk mengasah kemampuan dalam proses produksi film documenter mulai dari pengembangan ide, riset visual, shooting, editing. Mengangkat fenomena social yang terjadi di masyarakat ke dalam bentuk film adalah suatu mimpi yang perlu diwujudkan sebagai sarana pembelajaran bagi kemajuan masyarakat Indonesia.
*source : http://www.eagleawards-doc.com
There is 1 comment in this article: